Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggandeng Pengurus PKK Desa Longkeyang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah berbasis konsep Ecological Citizenship atau kewarganegaraan ekologis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu (12/7/2025) di SD Negeri 02 Longkeyang dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus PKK dan warga setempat. Kegiatan ini diketuai oleh Esty Rahmayanti, yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan.
Bersama dua dosen anggota tim, yakni Eko Sri Haryanto, M.Sn., yang berkompeten di bidang Desain Interior, serta Dedi Eko Nur Cahyo, M.Eng., yang berkompeten di bidang Animasi. Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan dua mahasiswa dari Program Studi Film dan Televisi ISI Surakarta, yaitu Ihsan Ramadhansyah dan Resha Ron Sae.
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berdasarkan Konsep Kewarganegaraan Ekologis melalui Media Film sebagai Upaya Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan”, kegiatan ini meliputi tiga bagian utama: sosialisasi pengelolaan sampah dilanjutkan dengan pemutaran film edukatif berjudul “Bude Jo, Belajar Kelola Sampah” produksi KLHK. Kemudian praktik pembuatan kompos bokashi menggunakan EM4, serta pemasangan poster-poster bertema lingkungan di titik-titik strategis desa sebagai media pengingat visual.
Dalam sambutannya, Ketua PKK Desa Longkeyang Suwatmi menyampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Hal ini menjadi sangat relevan mengingat permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan serius di desa, termasuk kebiasaan membakar atau membuang sampah sembarangan, serta belum tersedianya sarana pengelolaan seperti TPA, TPST, maupun Bank Sampah.
Esty Rahmayanti menjelaskan bahwa konsep kewarganegaraan ekologis menekankan tanggung jawab warga negara dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari karakter dan moral kebangsaan. “Pengelolaan sampah bukan hanya soal teknis, tapi soal nilai, karakter, dan kesadaran kolektif sebagai warga negara,” ujarnya.
Sementara itu, Eko Sri Haryanto menambahkan, pendekatan visual seperti desain poster dan penataan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk atmosfer edukatif di ruang publik. Melalui pendekatan kreatif berbasis seni, terutama media film dan desain visual, tim ISI Surakarta berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan secara berkelanjutan.
“Film bukan hanya hiburan, tapi juga sarana efektif untuk menyampaikan pesan moral dan membangun empati,” tambah Dedi Eko Nur Cahyo.
Dengan adanya kegiatan ini, ISI Surakarta tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan seni, namun juga sebagai agen pemberdayaan masyarakat yang turut aktif merespons isu-isu lingkungan melalui pendekatan seni aplikatif.
(eko/fsrd)