Pelestarian Budaya Kyai Besari lewat Edukasi Kertas Gendhong Khas Tegalsari, Ponorogo oleh Tim FSRD ISI Surakarta

Tanggal

Tim penelitian dari FSRD ISI Surakartayang diketuai oleh Gayuh Styono, S.Sn.,M.Sn. pada tanggal19 Juli 2025 mengadakan “Workshop Pelestarian Kertas Tradisional Gendhong Ponorogo” yang merupakan budaya asli dari Tegalsari dan merupakan salah satu saksi sejara Kyai Hasan Besari. Acara ini dihadiri oleh perangkat Desa Tegalsari, Dinas Pariwisata Ponorogo, Pemuda Karang Taruna Tegalsari, Mahasiswa UIN Ponorogo, serta Ibu Rosidatin sebagai keluarga keturunan dari Kyai Hasan Besari.

 

Kertas Gendhong atau biasa disebut dengan Kertas Dluwang atau kertas Gedhog oleh masyarakat Tegalsari ini telah menjadi saksi sejarah pembelajaran ilmu agama dari Kiai Hasan Besari. Dahulunya para santri dan juga masyarakat di sekitar situs sejarah Masjid Jami’ Tegalsari Jetis, Ponorogo.

Masjid Jami’ Tegalsari ini sudah didirikan sejak abad ke-18 sebagai salah satu peninggalan Kyai Ageng Hasan Besari sekitar tahyn 1742. Masjid Jami’ Tegalsari ini menyimpan kitab yang berumur 150-170 tahun karya Ranggawarsita.

Kitab-kitab keagamaan dulu ditulis dengan media kertas Dluwang yang terbuat dari serat kulit kayu glugu. Pembuatan kertas Dluwang ini mulai punah, dan masyarakat Tegalsari sendiri mulai banyak yang tidak mengenali kertas khas daerahnya sendiri.

Untuk itu pihak peneliti dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta yang diketuai Gayuh Setyono mengadakan workshop kreatif untuk mengedukasi para GenZ atau pemuda Ponorogo utamanya pemuda Tegalsari untuk melestarikan budayanya. Edukasi ini disambut baik oleh pemuda setempat, contohnya Nur Ismandi salah satu pemuda Karang Taruna Tegalsari.

Ia menuturkan bahwa hal ini cukup baru untuknya dan dia ingin mengajak para pemuda Tegalsari sebayanya untuk berlatih membuat kertas Dluwang ini, dan siapa tahu akan menjadi wadah ide bisnis untuk souvenir dari wisata situs sejarah Masjid Jami’ Tegalsari nantinya.

 

Daffa Ahsyanul Huda, salah satu mahasiswa UIN Ponorogo yang hadir dalam pelatihan tersebut menyebutkan bahwa dia mendapatkan informasi berharga ini dari Ketua Jurusannya di UIN.

“Kegiatannya seru, dan dapat ilmu pengembangan kerajinan tangan kertas gedhog, semoga dengan pelatihan ini, dapat mencetuskan pengrajin kertas gedhog dari kalangan Gen Z sehingga kertas gedhog tidaklah punah”.

(gayuh/fsrd)