Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) ISI Surakarta menghadirkan pengalaman unik bagi siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta lewat kegiatan Kelas Inspirasi bertema kolaborasi animasi dan seni tradisi wayang, Jumat (14/11/2025).
Kegiatan dibuka dengan lantunan lagu dolanan Menthog-Menthog dan Cublak-Cublak Suweng yang dinyanyikan bersama, dipandu oleh Tri Haryoko dari Sanggar Omah Wayang Mas Kamto selaku mitra program. Melalui lagu-lagu tradisional tersebut, Tri Haryoko mengenalkan tokoh Punakawan untuk menjelaskan berbagai unsur dalam wayang, seperti gapit, tudhing, hingga ornamen tatah sungging.
Materi berikutnya disampaikan oleh Basnendar Herry Prilosadoso, ketua tim PISN ISI Surakarta, yang memaparkan konsep kolaborasi wayang dan animasi. Ia menjelaskan bagaimana karakter wayang dapat diadaptasi menjadi karya animasi, sekaligus menayangkan video animasi potongan cerita Babad Alas Wanamarta kepada puluhan siswa.
Tidak hanya menonton, para siswa juga diajak memainkan dan mengenal wayang kulit secara langsung di ruang kelas. Suasana semakin meriah saat setiap siswa dibagikan wayang untuk diperagakan. Aktivitas ini menjadi pengalaman baru yang menarik, sekaligus menantang bagi para peserta.
Salah satu siswa, Labib Arkhan Faizi, mengaku senang bisa memegang dan memainkan wayang secara langsung. Antusiasme siswa semakin terlihat saat sesi kuis seputar nama tokoh dan unsur wayang mampu menyulut semangat kompetitif dan keceriaan.
Basnendar menjelaskan bahwa Kelas Inspirasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PISN Kemendiktisaintek 2025 bertajuk Optimalisasi Seni Tradisi Wayang Kulit Melalui Pertunjukkan Kolaborasi Animasi dan Media Promosi Berbasis Multimedia.
Salah satu guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Imam Prayitno, menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, siswa sangat antusias menyimak cerita wayang sambil menonton video animasi yang ditayangkan di layar monitor.
“Kelas inspirasi ini tidak hanya membuat siswa lebih mengenal budaya wayang, tetapi juga mendorong kreativitas untuk sekarang maupun masa depan,” ujar Imam.
Salah satu orang tua murid, Aulia Henny S. turut mengapresiasi kegiatan ini. Dia merasa Kelas Inspirasi dapat memperkaya literasi budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.
(bas/fsrd)





