Tahun ini sebagai penyelenggara babak final, yakni Universitas Adi Buana (UAB) Surabaya menjadi tuan rumah Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025, ajang kompetisi nasional yang digelar Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek RI.
Menjadi tradisi tahunan, ISI Surakarta kembali akan berkompetisi pada dua divisi video dan poster digital pendidikan. Tahun ini, LIDM mencatat antusiasme besar dengan ribuan peserta mengikuti proses seleksi sebelum ditetapkan 35 perguruan tinggi sebagai finalis.
Menurut Ketua tim pokja LIDM ISI Surakarta, Dr. Wahid Tuftazani Rizqi, S.Pd., M.Pd. menyatakan bahwa dua tim lolos Divisi Poster Digital Pendidikan berasal dari Prodi DKV yang dibimbing oleh M Harun Rosyid Ridlo, M.Sn. Sementara itu, satu tim lolos Divisi Video Digital Pendidikan berasal dari Prodi FTV yang dibimbing oleh Dr. NRA Candra Dwi Atmaja, S.Sn., M.Sn. Kini ketiga tim telah siap berlaga di babak final yang akan dilaksanakan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada 1- 4 Desember 2025.
Mengusung tema “Menuju Talenta Pendidik Indonesia Berinovasi dan Berliterasi Digital”, LIDM 2025 diarahkan untuk memperkuat kompetensi digital generasi muda agar siap menghadapi tantangan Era Revolusi Industri 4.0.
Sementara itu, perwakilan Kemendiktisaintek, Charoline Dewi Virasari, menegaskan bahwa LIDM merupakan salah satu kompetisi talenta strategis tahun ini. “Seleksi LIDM dilakukan berlapis, mulai administratif, substansi, wawancara hingga penilaian video. Finalis yang hadir adalah yang terbaik dari seluruh Indonesia,” jelasnya.
LIDM tahun ini mempertandingkan lima divisi inovasi pendidikan digital, yaitu Inovasi Teknologi Digital Pendidikan, Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan, Video Digital Pendidikan, Poster Digital Pendidikan, dan Microteaching Digital Pendidikan. Kelima divisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melahirkan solusi kreatif yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.
Tim peserta perwakilan perguruan tinggi yang lolos babak final mencerminkan keberagaman dan pemerataan talenta digital dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari perguruan tinggi negeri, swasta, politeknik, hingga institut seni.
Penyelenggaraan LIDM 2025 di Surabaya menjadi momentum penting dalam mendorong terciptanya ekosistem pendidikan digital yang lebih kuat. Para finalis diharapkan dapat menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menurut M. Harun Rosyid Ridlo menyatakan bahwa persiapan untuk ketiga tim LIDM ISI Surakarta dilakukan secara maksimal dari awal hingga presentasi. Semoga dapat meraih prestasi yang membanggakan ungkapnya.
(nra/bhp/fsrd)



