Event pameran tingkat internasional yang baru pertama kalinya mengirim karya dan dinyatakan lolos seleksi dalam ajang Inuit-Turk International Poster Exhibition 2026 menjadikan Gabriella Violy Smaradhana tidak menyangka sama sekali dan menjadi pengalaman pertama yang mengesankan dapat berpameran di luar negeri.
Pameran yang mengangkat tema menyoroti hubungan visual antar budaya dan menarik perhatian pada meningkatnya visibilitas krisis iklim di wilayah kutub ini dilaksanakan mulai 25 – 31 Maret 2026 diselenggarakan dan juga bertempat di Department of Graphic Arts at the Faculty of Fine Arts, Bolu Abant Izzet Baysal University, Turki.
Poster berukuran A3 yang bertajuk “It’s Not a Vacation” ini yang dibuat mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta angkatan 2025 dan baru duduk di semester II ini menggunakan teknik pengerjaan karya selama 1 (satu) bulan dengan digital painting menggunakan software Procreate.
Gabriella yang berasal dari Bandar Lampung menjelaskan bahwa ide awal pembuatan karya dari melihat kondisi pemanasan global sehingga banyak glasier yang mencair dan beruang kutub seperti sedang berada di pantai dibanding di wilayah antartika.
Sebanyak 398 karya dari 30 negara diajukan untuk pameran berskala internasional ini. Hasil seleksi juri menetapkan karya dari 75 desainer yang berasal dari 15 negara layak untuk dipamerkan dalam kegiatan tingkat internasional yang mempertemukan para seniman dan desainer dari berbagai wilayah di dunia.
Menurut Basnendar H, sebagai dosen yang mendampingi Gabriella dari membaca brief, berkarya sampai dengan proses akhir submit ini menyatakan bahwa potensi mahasiswa DKV ISI Surakarta yang melimpah diperlukan wahana atau media, salah satunya berupa aktif mengikuti pameran baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Pameran ini yang dapat dikunjungi secara daring melalui platform virtual di https://sanalgaleri.ibu.edu.tr/. Selain itu, informasi pameran dapat mengakses di tautan https://ajanda.ibu.edu.tr/baibude-inuit-turk-iii-uluslararasi-poster-sergisi/.
Menurut Gabriella dalam rilis yang dikirim mengungkapkan “Jujur, saat submit itu tidak punya ekspektasi untuk lolos kurasi, tapi bersyukur karya bisa lolos, terima kasih kepada dosen pembimbing dan orang tua saya yang sudah selalu mendukung. Saya berharap selanjutnya dapat ikutserta dan bisa lolos kurasi di pameran internasional lainnya ungkapnya.
(fsrd/bas)


