Karya poster mahasiswa DKV ISI Surakarta melalui pendekatan visual minimalis namun kontras menampilkan seekor penguin sedang terisolasi di atas bongkahan es yang kian terkikis, memisahkannya dari lautan dalam yang dingin. Poster yang dominan warna biru laut dan putih warna salju dengan tipografi yang berada dibagian bawah poster menjadikan pesan terkait lingkungan menjadi relevan dalam kondisi bumi saat ini. Melalui karya desain poster yang mengangkat tajuk Stop Melting The Ice ini mampu meraih prestasi dengan lolos seleksi dalam pameran di tingkat internasional.
Muhammad Fadli Rabbani, mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta angkatan 2025 menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia yang lolos kurasi dalam ajang CooterMag International Poster Design Exhibition 2026 dalam kategori Social Poster dan bersanding dari total 60 karya dengan 41 peserta baik desainer maupun seniman dari 12 negara.
Ajang pameran internasional online ini memiliki 3 (tiga) kategori, yakni Social Posters, Cultural Posters, dan Commercial Posters. Penyelenggaraan pameran oleh CooterMag yang berbasis di Kanada ini berfokus pada gagasan visual orisinal dan sudut pandang kreatif pribadi. Karya-karya yang terpilih mencerminkan berbagai pendekatan dalam desain poster, mulai dari pesan sosial hingga tema budaya.
Muhammad Fadli Rabbani yang berasal dari Sukoharjo dalam proses perancangan didampingi oleh Basnendar Herry Prilosadoso selaku dosen pembimbing. Karya poster ukuran A3 bersanding dalam pameran yang dibuka mulai 5 Oktober 2026 dengan peserta dari beragam negara, seperti Bulgaria, China, Ekuador, Meksiko, Polandia, Rusia, Slovakia, Amerika Serikat, dan negara lainnya yang dipamerkan secara online https://cootermag.com/cootermag-events/exhibitions/cootermag-international-poster-exhibition-2026/
Dalam rilis yang dikirim, Muhammad Fadli Rabbani menjelaskan bahwa karya dengan teknik digital yang dikerjakan sekitar satu hari ini mengangkat isu krusial mengenai perubahan iklim global dan dampaknya terhadap ekosistem kutub. Selanjutnya ia juga menyatakan rasa bangga dan menjadi sebuah kehormatan karya posternya diapresiasi di tingkat internasional dan berharap bisa terus mengeksplorasi potensi desain dalam menyampaikan pesan secara minimalis dan efektif ujarnya.
Menurut Basnendar Herry Prilosadoso selaku dosen pembimbing, melalui pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi dan pemacu agar mahasiswa lebih sering ikut submit pameran baik tingkat nasional maupun internasional ungkapnya.
(fsrd/bas)


