Karya poster hasil 4 (empat) rancangan mahasiswa dari DKV ISI Surakarta ini dipajang dalam pameran tingkat internasional yang diikuti sebanyak 40 desainer dari 21 negara diselenggarakan di Kütahya Dumlupınar University, Faculty of Fine Arts, Turki. Capaian prestasi yang membanggakan ini berupa lolos kurasi dalam event tahunan yang bertajuk International Poster Exhibition “Akif Wrote, We Visualize II” yang dibuka mulai 12 Maret 2026 dilaksanakan secara online.
Keempat mahasiswa tersebut yakni, Gilbert Gohnarso dan Firah Aniq Imtinansyah dari angkatan 2023, Nauril Ni’mah (angkatan 2024), sedangkan Deswinda Auliya Putri dari angkatan 2025 dalam proses berkarya dibimbing oleh Basnendar Herry Prilosadoso untuk aspek kesesuaian dan pemilihan ide, sampai proses visualisasinya.
Peserta pameran diikuti dari 21 negara itu terdiri antara lain, dari Amerika Serikat, Taiwan, Cina, Palestina, Belarus, Irak, Uruguay, Turki, Korea Utara, dan beberapa negara lainnya.
Poster karya mahasiswa yang berukuran A3 ini sesuai tema pameran yang menampilkan simbol dan karakter wajah Mehmet Akif Ersoy sebagai simbolis akan makna perjuangan bangsa Turki untuk kemerdekaan dan kebebasan, lewat Istiklal Marşı sebagai lagu kebangsaan Turki.
Pameran internasional ini diselenggarakan secara online dengan mengangkat tema dari salah satu ekspresi paling kuat dari perjuangan bangsa Turki untuk kemerdekaan dan kebebasan, Istiklal Marşı (Lagu Kebangsaan Turki), bukan hanya sebuah karya sastra, tetapi juga memiliki nilai universal yang mewakili memori kolektif, nilai-nilai nasional, dan kesinambungan sejarah.
Pencapaian prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta yang berhasil lolos kurasi, menurut Basnendar selaku dosen pendamping menjelaskan bahwa melalui desain poster yang dihasilkan oleh mahasiswa menjadi bukti arya mereka mampu bersaing di tingkat internasional. Selain itu, melalui event ini bisa menjadi wahana berjejaring dengan desainer dan seniman dari mancanegara ungkapnya.
Pameran ini bertujuan untuk mengubah warisan sastra Mehmet Akif Ersoy menjadi narasi visual melalui desain grafis dan seni poster, serta menawarkan interpretasi baru dari perspektif para desainer yang berbeda dari seluruh dunia.
Sedangkan menurut Nauril Ni’mah dalam rilis yang dikirim menjelaskan bahwa karya poster lewat olah digital sebagai representasi akan penghormatan dari perjuangan dalam mencapai kemerdekaan Turki. Nauril yang baru pertama kali mengirim desain poster ini juga mengungkapkan bahwa pencapaian dengan lolos kurasi dan dapat dipamerkan di ajang tingkat internasional menjadi kebanggaan tersendiri ungkapnya.
(fsrd/bas)


