Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual FSRD Institut Seni Indonesia Surakarta, Rosa Amelia Dwifitri yang tengah menjalani program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Toko Gumi, Yogyakarta di bawah bimbingan Brilindra Pandanwangi S.Ds., M.Sn. Dalam penugasannya, Rosa berfokus pada pekerjaan desain visual dan dokumentasi, mulai dari pengambilan foto, perekaman suasana acara, hingga penyusunan materi publikasi kegiatan. Melalui magang ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan desain dan dokumentasi di lingkungan kerja nyata.
Rosa menyampaikan bahwa pengalaman magang tersebut membantunya mengembangkan kemampuan dokumentasi sekaligus memahami kebutuhan visual dalam kegiatan literasi. Dari pihak mitra, keberadaan mahasiswa magang dinilai membantu kelancaran proses dokumentasi yang dibutuhkan untuk arsip dan publikasi.
Pada periode magangnya, Rosa turut dilibatkan dalam kegiatan Jumat Membaca Nyaring atau Jumaring, program literasi mingguan yang rutin diselenggarakan di Toko Gumi. Pada 28 November 2025, kegiatan ini menghadirkan kreator buku anak “Lapar! Lapar! Lapar!”, yaitu penulis dan ilustrator Nurul Ashari, beserta penerbit Praba Shinta dari Mighty Jungle. Keduanya hadir untuk membacakan cerita dan berinteraksi langsung dengan anak-anak, menciptakan suasana literasi yang hangat dan menyenangkan.
Kegiatan dimulai dengan sesi membaca nyaring, di mana anak-anak diajak menirukan suara tokoh, menebak alur, serta memperhatikan detail ilustrasi. Antusiasme terlihat dari keberanian mereka berinteraksi dan mengikuti cerita secara aktif. Setelah sesi membaca, peserta melanjutkan ke kreasi mahkota karakter, yaitu menghias mahkota berdasarkan tokoh dalam buku. Aktivitas ini mendorong kreativitas sekaligus mempererat interaksi anak dan orang tua. Acara kemudian ditutup dengan book signing, memberi anak-anak kesempatan untuk mendapatkan tanda tangan dari pembuat bukunya.
Menurut Nurul Ashari dan Praba Shinta, kegiatan Jumaring tidak hanya memberikan cerita dan pengalaman kreatif bagi anak-anak, tetapi juga membantu mereka memahami bahwa sebuah buku melalui proses panjang yang melibatkan banyak pihak.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung meriah dan penuh interaksi. Anak-anak aktif berpartisipasi, menikmati setiap aktivitas, dan menunjukkan ketertarikan besar terhadap cerita yang dibawakan. Melalui keterlibatan mahasiswa magang dalam program MBKM, kegiatan Jumaring dapat terdokumentasikan dengan baik, sekaligus menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa dalam memahami praktik kerja di lingkungan kreatif dan edukatif.
(bhp/fsrd)





